Senin, 16 November 2009

KELUARGA CUMICUMI 1

KELUARGA LOLIGINIDAE

CUMICUMI GIMBAL

Kalian tau itu cumicumi gimbal? Itu cumicumi lokal yg saya kenal. Itu cumicumi yang berenang-renang di daerah cumicumi Depok, dan belajar berenang di universitas cumicumi pancasila. Itu cumicumi gimbal yang dulu di masa mudanya adalah cumicumi emo.

Jenis cumicumi jantan yang banyak punya mata uang dolar cumicumi amerika serikat. Mata uang yang berbentuk maya dan tersimpan rapi di dalam aplikasi texas hold’em cumicumi poker.

Cumicumi ini ajak saya, si cumicumi lucu, untuk berpose ria demi meramaikan karya di Negara cumicumi Indonesia. Cumicumi jantan, hey, bawa kameramu, mari kita bergaya.

I can't go to the left, neither do to the right

may be you ever hang your dream
in front of mine

may be by the time you through this
you realize this isn't going anywhere
Then you left me
I was just ready to face this

But i dunno if I'm ready
to see another color fill your life

Do you really leave me?
Sometimes i can't believe, I can't take it

What will u do if u are me?


I can't go to the left, neither do to the right

THE YELLOW-RED SIGN

I drove my car
went to the right
got the yellow-red sign

i turned off the phone
after i stopped by.

it's a yellow-red sign
i knew u are inside
i hope i could see u

but then i burn my hope
together when my phone's dead

i placed my hand over the wheel
and the tire was rolled again

it's u, it's u
the name i should yelled
it's u, it's u
with your smell--your smell like a sweet corn

it's u, it's u
your laugh was bright like a traffic light
it's u, it's u
your cheek's as soft as a jellyfish

Yea, I know by the second I saw you
it's u!

this lyric is for you
but there will be no music no instrument
haha.
I'm just a new girl with a new love fallen

"wo-o-kamu-ketauan" ku menangis darah

waktu itu saya merasa anjing peliharaan saya sudah enyah. Saya sedih. Saya menyesal karna saya lihat dia terakhir kali, ketika saya lambai tangan ke dia, kasih tanda saya mau pergi, sebelum saya tutup pintu. itu dia disana melihat saya, tumben dia diam.

malam itu, saya menangisi dia. kangen belai dia ketika saya hendak tidur. saya terus berurai airmata sampai kehabisan daya. saya tidur tak sengaja.

pagi esok. saya berkaca. bersiap mental untuk berpandangan dengan cermin. berharap mata saya gak bengkak bengkak amat.

saya berdiri di depan cermin. melotot. kaget. airmata yang kering karena terangin-angini di pipi berwarna cokelat seperti darah. kenapa mata? mata bilang, tidak tau. mata nyanyi, "wo-o kamu ketauan..."

saya tanya ibu, ibu juga bingung. iya ya, katanya. dituduhnya saya pakai eyeliner. duh, biung, eyeliner saya item dan kemarin nihil mendekor mata saya.

apa ya, itu? ibu dan saya tambah bingung. tapi coba tidak ambil pusing. meski saya penasaran apa yang mengalir kemarin malam.



OMONG-OMONG, anjing kesayangan saya yang paranoid terhadap petir itu, akhirnya tertemukan oleh kakak yang murni dikandung ibu saya, dari dalam kap mobil Xenia milik kakak saya yang lainnya.
Ampuun, anjingku... saya tidak pernah tau obsesimu menjadi ahli mesin. maafkan saya yang gagal merawatmu.