"Bukan kamu yang salah, tapi aku..." adalah sebaris kalimat klise yang palsu. seperti warga negara ilegal. Hanya kedok agar, "Iya, aku mengaku salah. Kamu yang benar. Jadi, udah ya. BYE." terdengar lebih halus.
Tapi aku bukan mereka-mereka yang palsu. Biar aku katakan terus terang padamu, kamu yang salah. Kamu yang perlahan membuat aku menyingkir. Aku tidak menginginkanmu -- yang ini, yang sekarang -- kamu pribadi lain, yang ironisnya, dekat denganku tapi aku justru merasa jauh.
Kamu 2 orang dalam satu tubuh di waktu yang berbeda. Dulu kamu hangat, padaku, dan siapa saja. Sekarang kamu kulkas pribadiku--kulkas portabelku. Dulu kamu selalu ingin tau apa yang kukerjakan, atau ada dimana aku. Sekarang kamu tidak mau tau dan perhitungan dengan waktu yang kau anggap kubuang sia-sia untuk menyenangkan diriku. Kamu kalkulatorku. Pusat Algoritma.
Dulu kamu suka menyelipkan kata-kata romantis paling penuh cinta di setiap ruang dan waktu yang ada. Sekarang salam cinta terasa hambar bagai kewajiban. Seperti kebiasaan jenuh. Seperti terlalu banyak nasi dibanding lauk. Kamu robot penjawab pesan di telepon. Kamu "Maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk."
Kamu nasi dan robot. Jadi satu.
Damn it. Katakan terus terang padaku, kapan Alien itu membawamu?
Blog Belog
Blog bodoh yang dibuat secara bodoh dengan menggunakan kebodohan dimana kebodohan itu di cetak dalam sebuah blog bodoh... Kok balik lg? Bodoh. Ini cuma blog bodoh yang dibaca oleh orang2 pintar...
Jumat, 18 Oktober 2013
Kamis, 21 Februari 2013
TERJATUH
Dulu aku sibuk mencari alasan kenapa aku bisa terjatuh. Terjatuhnya tidak sakit. Malah bahagia. Terjatuhnya tidak duduk, atau terjerembap,atau telentang. Terjatuhnya tidak bikin rok melorot, atau mengibas ke atas sehingga pahaku bisa jadi tontonan orang.'
Jatuhnya... di hati.
Tepatnya.... di hatimu.
Aku seperti membuat lirik lagu dangdut kacangan yang gombal dan penuh rayuan kotor tiap kali aku membicarakan dirimu. Bahwa aku tau seluruh sel dalam tubuhku menginginkanmu. Tapi malu menyebut apakah aku sayang padamu, apakah aku cinta padamu. Kata-kata itu seperti penjualan mobil Jazz di tahun pertama release. Laku keras, hingga terlalu pasaran. Aku tidak ingin menggolongkan rasa ini ke dalam sebuah kata pasaran. Juga tidak ingin menempatkan rasa ini di kata ‘nafsu’ yang malah akan membuat salah tafsir.
Selama sibuk mencari sebutan untuk rasa ini, tanpa sadar aku sudah memilih bahwa ini namanya Jatuh Hati.
Jatuh hati.
Jatuhnya bikin nyeri, tapi bukan nyeri yang bisa membuatku lebam, hanya nyeri yang bisa membuahkan rindu. Rindu yang obatnya kamu...
Aku sudah lama menyadari bahwa kamu berbeda. Tapi tidak pernah berani menyadari bahwa semua hal di dirimu menarikku masuk, sehingga hatiku, pikiranku, tidak egois. Tidak hanya memikirkan diriku sendiri, tapi juga memikirkanmu.
Kamu tidak tau perasaan ini. Dan itu tidak apa-apa. Aku akan menyalin semua rayuan dalam kepalaku, meski akhirnya rayuan itu akan jatuh ke tangan produser yang akan membawa rayuanku ke pangkuan penyanyi dangdut untuk kemudian ia nyanyikan.
Bila suatu hari nanti, kamu, sedang makan pagi dengan TV menyala, melihat seorang biduan dangdut sedang mengiba-iba dengan lirik penuh rayuan menggoda yang mesum, bisa jadi itu rayuanku. Untukmu.
Minggu, 17 Oktober 2010
a chat in chat between Me and The Panda
by Meyra Biri on Tuesday, 06 July 2010 at 10:25
Panda: eeee...bulush
10:18
Me: eee ndud
10:19
Panda: diam boris
10:19
Me: diam palupi
10:20
Panda: diam pinpinbo
10:20
Me: kentut malukiano
10:21
Panda: pup mantohihi
10:22
Me: eek sumantohihi
10:23
Panda: lucu ya pup nya sumanto?mpe ketawa geli?
Panda: eeee...bulush
10:18
Me: eee ndud
10:19
Panda: diam boris
10:19
Me: diam palupi
10:20
Panda: diam pinpinbo
10:20
Me: kentut malukiano
10:21
Panda: pup mantohihi
10:22
Me: eek sumantohihi
10:23
Panda: lucu ya pup nya sumanto?mpe ketawa geli?
Veronica's Letter of Heart 2
Dear Boris,
After the bomb went off, and it took you away from me, I just can’t control myself. I saw your body lying there, inside the hole of death. And I feel like dead already because my heartbeat will never be the same as when you’re alive.
Half of my heart has gone… Half of my life is lying inside the ground. Days will never be happy anymore. I feel useless without you. I saw stars in your eyes. But, that starlight has closed. Seeing stars in the sky is absolutely different. I saw the sun in your heart. But, the sunshine has stopped… I’ve checked it by my own ear… I put my ear on your chest… There is no sign of life…
I cry… Night and day. I hate daylight because I know my sunshine has gone. I hate when the night comes, because I know my starlight has stolen. By those fucking bomb!
The FBI came to your funeral, babe. They said sorry. What’s that ‘sorry’ means? Days after your funeral, they came again into my apartment. They saw me mourn too much. And until now, they keep telling me to go to the mental hospital.
I’m not crazy if I want you to be here again, right? I’m not crazy if I still wash your clothes, iron it, and set it for you to use it before you go to the university.I wait you come home. I set the bath tub with hot water because I know you like to spend more time there. I cook two eggs for both of us. I believe you will come home someday. I believe… No. I force you to come home. Here. With me.
I wait here…
I wait…
After the bomb went off, and it took you away from me, I just can’t control myself. I saw your body lying there, inside the hole of death. And I feel like dead already because my heartbeat will never be the same as when you’re alive.
Half of my heart has gone… Half of my life is lying inside the ground. Days will never be happy anymore. I feel useless without you. I saw stars in your eyes. But, that starlight has closed. Seeing stars in the sky is absolutely different. I saw the sun in your heart. But, the sunshine has stopped… I’ve checked it by my own ear… I put my ear on your chest… There is no sign of life…
I cry… Night and day. I hate daylight because I know my sunshine has gone. I hate when the night comes, because I know my starlight has stolen. By those fucking bomb!
The FBI came to your funeral, babe. They said sorry. What’s that ‘sorry’ means? Days after your funeral, they came again into my apartment. They saw me mourn too much. And until now, they keep telling me to go to the mental hospital.
I’m not crazy if I want you to be here again, right? I’m not crazy if I still wash your clothes, iron it, and set it for you to use it before you go to the university.I wait you come home. I set the bath tub with hot water because I know you like to spend more time there. I cook two eggs for both of us. I believe you will come home someday. I believe… No. I force you to come home. Here. With me.
I wait here…
I wait…
Langganan:
Postingan (Atom)